Rabu, 02 April 2014

Tentang KAPI


Tentang

Selamat datang ke Anak Pintar Indonesia. Saya mendidik anak-anak usia 8 s/d. 18 tahun untuk menjadi juara di sekolah maupun dalam masyarakat.

Ringkasnya

Nama saya Kusuma Chandra. Sukacita saya adalah melihat anak-anak usia 8 sampai 18 tahun mandiri dalam belajar, selalu mendapat angka yang terbaik, ceria selalu suka akan tantangan-tantangan baru.
Intinya adalah sebagai berikut:
  • Saya selalu suka menceritakan segala sesuatu apa adanya.Saya sudah mengajar sejak kelas 2 SMP
  • Saya senang melihat anak-anak sekolah usia 8 sampai 18 tahun mandiri dalam belajar, mendapatkan angka yang terbaik dalam semua pelajaran, ceria dan suka tantangan-tantangan baru dan tetap bersemangat.
  • Saya konsentrasi pada profesi saya. Saya belajar dan terus mengembangkan kemampuan saya mengajar yang terbaik untuk dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak sekolah usia 8 sampai 18 tahun.
  • Khusus untuk anak-anak yang ikut seminar dan workshop “If I Can Be A Champion, So Can You!” yang mengikuti bimbingan lanjutan mendapat perhatian khusus dari saya pribadi. Kemajuannya akan saya pantau terus dari waktu ke waktu.
  • Saya juga mempersiapkan guru-guru dengan pendidikan dan sertifikasi guru-guru dalam bidang-bidang mind map sehingga mempunyai kualifikasi mengajar kursus mind maps pada Anak Pintar Indonesia. Dimana sertifikasi tersebut harus diperbaharui setiap tahun untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengenai Saya – menjadi dari guru waktu kelas 2 SMP sampai mendirikan Anak Pintar Indonesia

Saya seorang edukator. Saya mulai mengajar sejak kelas 2 SMP sampai dengan kelas 3 SMA. Saya pertama kali mengajar pada waktu saya di kelas 2 SMP. Hal tersebut tidak pernah terbayangkan oleh saya.
Pada waktu kelas 2 SMP, adik kelas saya namanya Sukamto yang duduk di kelas 1 SMP sangat baik kepada saya. Kalau saya sampai di sekolah dia selalu mau membawakan tas saya. Pada waktu itu saya termasuk siswa yang paling disukai guru-guru dan sebagian besar teman teman sekolah.
Setelah kuartal pertama kelas 2 SMP ini, Sukamto meminta saya mengajar dia. Pada waktu itu saya menyadari bahwa dia mempunyai masalah dengan pelajaran di sekolah. Tanpa berpikir dua kali saya menyanggupi untuk mengajar dia 2 kali seminggu yaitu Hari Senin dan Hari Jum’at jam 7 malam di rumahnya.
Pada waktu saya tiba di rumahnya pada hari pertama mengajar, saya dapatkan bahwa bukan dia saja yang harus saya ajar. Selain dia, ada adiknya kelas 4 SD, sepupunya yang perempuan kelas 6 SD dan sepupu laki-lakinya kelas 2 SD. Saya tidak keberatan dengan semua itu. Singkat cerita, saya mulai mengajar 4 orang mulai hari pertama tersebut.
Setiap kali selesai mengajar, mamanya selalu memberi saya makan kacang hijau atau lo mie sebelum pulang. Sambil makan biasanya saya ditemani juga sama mama teman saya sambil diajak ngobrol. Ketika saya sudah mengajar selama 1 bulan, seperti biasa saya diberi makan sebelum pulang, mama teman saya membawa amplop dan memberikannya kepada saya, tetapi saya tolak karena saya katakan bahwa saya hanya mau bantu teman saja dan saya ada uang saku dari orang tua saya. Tetapi mama teman saya memaksa, katanya kalau saya tidak mau terima amplop yang ada uangnya itu, saya tidak boleh pulang. Sangat sulit bagi saya untuk menerimanya. Akhirnya saya terima juga.
Waktu sampai di rumah, seperti biasa mama saya sudah menunggu saya di pintu rumah, saya sampaikan bahwa tadi mama teman saya memaksa saya terima amplop yang akhirnya harus saya terima. Lalu saya keluarkan amplopnya dan saya buka. Ternyata amplop itu berisi uang yang nilainya hampir 10 kali uang sekolah saya. Pada waktu itu uang sekolah saya termasuk yang paling mahal.
Sejak saat itu saya tidak pernah minta uang dari orang tua lagi. Saya bayar uang sekolah sendiri, beli buku, pakaian dan lain-lain pakai uang sendiri. Karena saya dibayar untuk mengajar, saya akhirnya mengambil keputusan menambah frekuensi mengajar jadi 3 kali seminggu. Yang membuat saya sangat senang adalah prestasi teman saya, adiknya dan dua orang sepupunya meningkat yang tadinya angka rata-rata mereka 6 menjadi 8.
Setelah mengajar kira-kira 3 bulan, tetangga kami ada yang melihat saya suka pulang malam dan menanyakan mama saya. Mama saya bilang bahwa saya membantu teman saya belajar. Keesokan harinya ibu-ibu tetangga kami datang kepada mama saya minta saya mengajarkan anak-anak mereka.
Sejak itu saya harus mengatur waktu saya belajar dan waktu saya mengajar.
Singkat cerita setelah selesai kuliah saya masuk dalam dunia korporasi/perusahaan. Jabatan saya terakhir dalam dunia korporasi adalah International Business Director, Tierra Dynamic Inc.,New York, Amerika Serikat. Dimana saya adalah orang Asia satu-satunya sebagai direksi yang lain orang kulit putih. Kemudian saya punya kesempatan mengambil gelar doktor di bidang International Business di Harvard University dimana saya menyelesaikan studi doktoral saya pada tahun 2001. Sejak saat itu banyak permintaan untuk mengajar.
Saya juga terlibat dalam pekerjaan konsultansi perusahaan dan diajak oleh teman saya Ir. Tony Silitonga,MBM,MBA,DBACan sebagai Direktur Eksekutif IICD untuk mengajar di IICD(Indonesia Institute for Corporate Directorship) suatu lembaga pendidikan untuk para Komisaris dan Direksi BUMN(Badan Usaha Milik Negara) dan Public Listed Companies(PLCs) perusahaan-perusahaan yang sudah menjual saham mereka kepada publik melalui pasar modal yang didirikan oleh World Bank(Bank Dunia) didukung oleh 10 Universitas terkemuka di Indonesia.
Yang diajarkan IICD adalah Good Corporate Governance(GCG) karena pada waktu terjadi krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, perusahaan-perusahaan Indonesia hancur karena tidak ada GCG.
Seiring dengan waktu saya juga banyak mendengar keluhan orang tua yang mempunyai anak-anak usia 8 sampai 18 tahun mengenai kesulitan mereka mengajar pelajaran sekolah kepada anak-anak mereka.
Anak-anak tidak suka belajar, bahkan antara anak dan orang tua suka marah-marah, anak menjadi tidak suka sama orang tuanya karena orang tuanya memaksa anaknya belajar.
Ada juga mamanya membuatkan soal untuk anaknya latihan setiap hari. Karena setiap hari mamanya harus membuatkan soal, setelah berjalan beberapa lama, mamanya bertanya kepada anaknya:”Berapa lama lagi mama harus membuatkan soal?” Jawab anaknya:”Sampai kuliah!”.
Pada suatu hari ketika saya menyampaikan brosur seminar untuk anak-anak usia 8 sampai dengan 18 tahun, seorang ibu bernama Lia, menyatakan minatnya untuk mendaftarkan anaknya ikut seminar saya. Setelah mengikuti seminar yang saya adakan terjadi perubahan drastis pada anak tersebut yang bernama Felicia.
Sejak saat itu ibu Lia dan suaminya Pak Andry Situmorang sangat mendukung Anak Pintar Indonesia. Mereka mendukung sepenuhnya semua program Anak Pintar Indonesia. Karena ibu Lia adalah seorang Akuntan dan pernah menjadi asisten Direktur perusahaan sepatu serta bisa mengajar, saya meminta ibu tersebut terlibat untuk mengajar pada Anak Pintar Indonesia.
Semua anak yang ikut seminar dan workshop “If I Can Be A Champion, So Can You!” mengalami perubahan yang positif yang sangat drastis. Mereka suka belajar seperti mereka suka bermain. Anak Pintar Indonesia bukan hanya sekadar memberikan seminar atau les. Anak Pintar Indonesia saya ciptakan ini adalah suatu komunitas.
Anak Pintar Indonesia juga memberikan seminar antara lain mengenai kepemimpinan. Untuk anak-anak usia 14 sampai 18 tahun ada seminar mengenai dating, pendidikan sex, dan lain-lain juga. Karena hal-hal tersebut penting diketahui anak-anak supaya mereka mendapatkan informasi yang benar dari pakar yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Karena kesuksesan bukan hanya karena pintar disekolah saja. Banyak faktor yang mendukung kesuksesan seorang anak antara lain orang tua, lingkungannya, pergaulan, pendidikan, pengetahuan dan lain lain.
Apabila seorang anak sudah mengikuti seminar dan workshop “If I Can Be A Champion, So Can You!” Anak Pintar Indonesia serta mengikuti Bimbingan Lanjutan melalui internet dan Study Club, dimana study club diadakan pada 3 hari Sabtu dalam sebulan masing-masing 2 jam lamanya. Pada Sabtu keempat diadakan Parents Alumni Luncheon Gathering untuk makan bersama saya dan mengetahui kemajuan anak masing-masing.
Anak Pintar Indonesia juga mengadakan liburan bersama 2 kali setahun yaitu pada waktu liburan semester dan kenaikan kelas. Liburan Anak Pintar Indonesia sangat berguna bagi anak-anak karena mereka belajar memimpin orang lain, belajar bekerjasama dengan orang lain dan yang lebih seru pada waktu libur kenaikan kelas ada BLUE DINNER AWARD NIGHT. Anak-anak akan diberi penghargaan untuk prestasi mereka yang luar biasa disekolah. Orang tua yang inovatif dalam mendidik anak juga mendapat penghargaan!
Semua program Anak Pintar Indonesia adalah hasil karya yang saya ciptakan untuk keberhasilan anak-anak Indonesia.
Tiada kebahagiaan yang lebih besar daripada dapat melihat anak-anak belajar dengan mandiri, mendapat nilai terbaik, selalu suka akan tantangan baru dan selalu bersemangat dan ceria!
Sampai bertemu dengan anda dalam event Anak Pintar Indonesia. Selamat menikmati Anak Pintar Indonesia